aku berkaca pada sebuah cermin.
melihat sosok bayangan yang ada disana, lengkap. tanpa kurang apapun, semestinya aku bersyukur dengan apa yang tuhan berikan.
aku mempunyai talenta yang orang lain bahkan tidak miliki, mempunyai kemampuan menganalisa yang baik, selalu jatuh cinta dengan pengalaman baru.
tapi.... alur ceritaku tidak semulus dengan apa yang aku bayangkan.
berkali-kali terjatuh dalam lubang yang sama, dikhianati orang yang bahkan mereka adalah orang-orang yang selalu saya andalkan,...
semua berawal ketika saya memasuki polres. mengawali diri menjadi salah satu anggota komunitas olahraga itu, berjalan 2 tahun dengan persahabatan yang saya tahu adalah persahabatan yang baik, tidak ada gunjingan di belakang.
saya selalu berusaha membesarkan komunitas ini.
tibalah suatu hari ketika saya mengumpulkan banyak orang untuk masuk komunitas ini, dengan cara berbeda. saya berusaha mewujudkan latihan untuk para calon abdi negara, latihan samapta yang sangat mereka butuhkan untuk tes.
hari demi hari, komunitas ini semakin dikenal banyak orang, terutama anak-anak yang ingin menjadi anggota polisi.
tidak ada yang salah dengan cita-cita mereka, saya berusaha menjadi pelatih yang baik buat mereka.
memang saya bukanlah seorang polisi, bukan lah seorang perwira. dan saya hanyalah seorang masyarakat yang biasa, yang mempunyai cita-cita menjadi seorang perwira! salah? ya! bagi sebagian orang saya mungkin tidak pantas (perlahan saya pun mundur)
komunitas ini menjadi 2 kubu pada akhirnya, kubu kelas casis dan kubu olahraga.
padahal dari awalnya pun saya sudah pernah bilang, komunitas ini 1 induk, 1 nama. dan 1 tujuan,
tapi itulah manusia, ketika mereka sudah tidak menyukai seseorang, dia akan sukar untuk memahami.
waktu berganti, anggota kelas casisku semakin banyak, kami lebih seperti siswa yang sedang pendidikan, terlihat mencolok didalam polres. tapi sebenarnya memang tidak pernah ada maksud untuk seperti itu.
hingga akhirnya, beberapa orang yang saya anggap adik, memutuskan untuk kami keluar dari polres, membentuk sesuatu yang baru diluar, semua karena orang-orang yang kurang suka dengan saya, selalu menjadi provokator disana. saya dihina abis-abisan, disebut gadungan, semua sumpah serapah menjadi tolakan bagi mereka,
saya membawa 80 orang anak keluar dari polres itu sesuai dengan kemauan mereka,
hingga akhirnya 3 bulan kemudian, kesalahan yang saya buat agar mereka lebih dewasapun, ditolak oleh mereka, sistem tentang kedewasaan dalam berfikir kritis dan bertindak.
maksud saya, ketika mereka bersikap seperti anak kecil yang manja, dan tidak bisa mereka selesaikan dengan cara pemikiran dewasa, mereka akan sangat tidak terbiasa ketika mereka pendidikan kelak.
terkadang saya berfikir, membuat komunitas gratis, tanpa dibayar sepeserpun, dan justru sayalah orang yang mengeluarkan biaya, terkadang sangat miris.
susah payah, jerih payah, dan selalu berfikir tentang latihan mereka harus sama persis dengan yang di tes kan, tanpa mereka sadar, bahwa mencari ilmu untuk menjadi sukses itu tidak lah mudah, mereka enak tinggal latihan, tanpa berfikir penghitungan nilai nyata itu seperti apa, saya mencari semuanya.
saya mengurus perijinan mereka semua untuk latihan.
ada beberapa orang yang ketika kami sudah keluar dari polres itu, mereka selalu menjelek-jelekkan orang-orang polres yang membuat mereka sakit hati. selalu merasa bahwa dirinya adalah benar. selalu merasa dirinya adalah setia.
sampai suatu hari, kami semua harus berpisah satu-persatu.
tim saya bubar dengan sendirinya.
kadang saya sedih, kaos yang sudah saya buat banyak, tidak mereka ambil, dengan alasan, sudah keluar, tanpa berfikir tentang materi yang saya keluarkan, tapi ini bukan sekedar materi semata, saya kadang berfikir untuk menyakiti orang lain itu seperti apa rasanya, jadi saya tidak pernah mau mencabik hati orang dengan tajam.
saya ditinggalkan mereka yang meminta untuk kami pergi dari polres.
dan ketika tim kami hancur, mereka sendirilah yang kembali ke polres itu dan menertawakan kehancuran saya,
tapiiii bagi saya, keikhlasanlah yang mengajarkan saya untuk bisa bertahan.
memaafkan merekalah satu-satunya jalan untuk saya bisa sembuh dari sakit hati.
saya membiarkan diri saya kini tenggelam dalam lubang yang sama, lubang dimana saya pernah merasa banyak orang yang meninggalkan satu persatu, dan disalahkan,
saya membiarkan semuanya hilang, saya menghilangkan diri saya dari kehidupan mereka,
tanpa mengganggu sesentipun.
saya sudah melangkah mundur untuk mencari jalan lain menuju roma.
saya tidak ingin orang-orang dimasa lalu saya kembali dikehidupan saya yang sendiri saat ini.
bagi saya, orang-orang yang bisa dipercaya adalah orang-orang yang tidak nampak didepan mata secara langsung.
kini.. blog inilah teman baru saya
tatacitian screws - Titanium Arts
BalasHapusThis is a genuine steel-plated one. does titanium have nickel in it This is a genuine titanium trimmer as seen on tv one, made in China with the ford edge titanium 2019 exact same design as other Chinese ones. This one is a ford ecosport titanium true titanium trim hair cutter reviews bronze-