Minggu, 10 Juli 2016

CINTA

cinta bagi sebagian orang adalah indah, saling berbagi satu sama lain, saling mencintai dan saling menyayangi.

beberapa kali saya terjatuh dalam sebuah luka besar, yang masih menganga.
mencintai seseorang yang saya rasa patut untuk di perjuangankan. ternyata salah!.

saya pernah mempunyai kekasih jatuh disana, di 370 Km jauhnya dari Bandung, kota kecil di Jawa Tengah. Semarang.

perkenalan kami diawal tahun 2013, menjadi pertama kalinya saya merasakan bahwa cinta itu nyata. ini kali pertama saya mempunyai kekasih.

(2012 sih sempet deket sama seseorang berinisial R, tapi ya dia memang tidak serius.....)

Januari 2013..
perkenalan itu dimulai dari twitter, hingga akhirnya kami saling sapa di sms dan telepon,
kemudian kami selalu menyempatkan skype (pdkt itu kadang romantis, suka sok ada buat orang yang digebet, akhirnya? jawab sendiri)

saya masih ingat ketika menyatakan perasaan untuknya lewat skype. dia bilang "kita ketemu langsung"
kami berjanji untuk bertemu tanggal 28 februari 2013 di semarang, tapi saya bisanya tanggal 1 baru sampai disana.

waktu berjalan begitu cepat, ini kali pertama saya liburan seorang diri jauh dari Bandung, ke sebuah kota yang bahkan belum saya datangi selama ini, Semarang.

koper merah tua, dengan warna biru tua sebagai aksen tambahan, menemani langkah saya menuju semarang sendirian!, semua uang yang saya bawa adalah hasil tabungan saya sebagai pelatih fisik tim cheerleaders di Kabupaten Bandung, modal saya sebagai atlit berguna untuk menjadikan mereka kuat ckckckc!!

perjalanan 8 jam menggunakan kereta saya awali, deg-degan, takut, malu dan bingung melanda saya. bagaimana tidak saya memang pendiam pada dasarnya, bisa dibilang introvert. kereta harina, bangku 1 a gerbong 3. ya itu kursiku.

dia selalu memberi isyarat kalo sudah di stasiun tegal saya harus kabari. katanya sudah dekat semarang kalo gitu.
tibalah saya di semarang, keluar dari stasiun tanpa tahu siapa dan dimana saat ini.
sosok itu begitu indah, mempesona hati! dia berdiri dengan jaketnya yang berwarna hitam, senyuman dan sapaan dia masih saya ingat jelas. dia bilang "maaf ya tadi bohong kesiangan"

saya bilang "ga nyesel ketemu? saya jelekkan, pendek pula" dia hanya bales "engga kok"

motor kami melangkah menuju hotel olimpic dekat stasiun poncol.
masih jam 6 pagi!.

kamar nomor 15 menjadi kamar kami (kamar gueeee), tapi kan dia nginep disana zzzz...

pagi itu, kali pertama saya liat mukanya secara langsung, pemalu dan baik.
sampai akhirnya dia pamit mau kuliah, dan akan kembali sore harinya.
selama beberapa jam saya ga bisa tidur nyenyak, takut aja kalo dia ga balik, dan saya gimana mau pulang nantinya.

sorenya dia dateng, bawa banyak baju, selimut, peralatan mandi. selama 3 hari kami tidur sama-sama, jalan-jalan sama-sama, kemana2 sama-sama, mandi doang yang ga sama-sama.

hari pertama saya di semarang, kita jalan-jalan ke mesjid agung, mesjid yang indah dimata saya, dia nunjukin beberapa spot di mesjid ini, dan fotonya masih ada sih!

hari kedua, tugu muda, lawang sewu, sampookong, menjadi tempat destinasi jalan-jalan seharian sama dia, ketawa sama-sama, pelukan sama-sama, ini itu sama-sama... beli kado buat ibu saya yang ulang tahun tgl 3 maret. sampe akhirnya malam berganti, gereja bledug menjadi saksi 2 orang yang jatuh cinta, romantis malam disemarang itu indah!

hari ketika, kita kayak ngungsi! koper, tas gede, kresek, dan semua yang dipake nginep selama 3 hari kita bawa pulang pake motor mio hitam punya dia, menuju kosannya dikawasan pendurungan, depan kampus stimart amni, kampusnya.

penutup hari terakhir saya disemarang adalah jalan-jalan ke pantai marina, pantainya lumayan indah, menikmati desiran ombak pantai yang adem.
sampai akhirnya saya harus pulang ke Bandung malamnya, pelukannya masih sangat saya rindukan sampai detik ini, ucapan mohon kembali dan jangan tinggalin dia adalah ucapan indah dulu.

waktu berjalan cepat..
mei akhir, setelah ulang tahunnya tgl 28 mei, saya kembali ke semarang, kini sihhh nginep di kosannya dia, kenal sama mamahnya fiko tetangga sebelah kamarnya, jadi kalo pacar saya kuliah (kosannya belakang kampus) saya dikosan sendirian, kadang ngobrol sama mamah fiko.
akademi kepolisian, waterblash semarang, angkringan sama temen-temennya, simpang 5 semarang, main sepatu roda, banjir kanal, nikmati pesawat take off dan landing di bandara, semua hal indah itu sangat saya rindukan,
banyak yang saya lakukan bersama dengan dia selama disemarang, 3 hari saya puas-puasin buat bayar kangen pacaran ldr!
beliin dia meja belajar, setiap hari makan warteg di tlogosari, panas-panasan keliling semarang, beli tongji, jadi memori yang indah.
belum lagi blusukan di pasar johar, cuma nyari tempat service koper. kesana kesini sama dia itu indah!

dan saya pulang, dengan lagu yang saya benci hari ini, aku pasti kembali.
itu kali terakhir saya ke semarang.

2 tahun lamanya saya menahan rindu dan ingin tahu jawabannya kenapa kami putus.
untuk ketemu pun dia enggan.

2 tahun saya terpuruk dengan kesedihan yang menyakitkan.

september 2013.
saya kerja di garuda indonesia.
bulan itu saya masih karyawan baru ketika kami putus, alasannya sederhana, saya kehilangan banyak perhatian yang biasanya dia kasih, tanpa sadar ada orang baru dalam hubungan kami.

hingga akhirnya, 1 minggu setelah kami putus, ada sebuah notifikasi masuk ke dalam hp bb saya yang satu. "sayang selamat kuliah" JLEBBBB!! dan saya baru tahu ternyata dia sudah ada yang baru kala itu, namanya rafa. anak pelayaran di tangerang.

setelah putus, sayalah yang selalu disalahkan, saya pula yang tidak benar.
hingga akhirnya saya sibuk dengan kegiatan saya sebagai atlit, dan kerjaan saya. sedikit demi sedikit, saya lupa dengan dia, karena semua socmed dia block,

tau-tau desember dia nanyain kabar, dan itu bikin hati saya luluh, saya kira ngajak balikan taunya cuma usil doang kckckc!!!

2014 kita sama2 ga saling kenal lagi, saya gatau kabar dia, gatau dia dimana lagi apa sama siapa ngapain aja udah makan apa belum.
tapi saya selalu ingat tanggal ulang tahunnya. tapi pas ngucapin dia block lagi dan ganti nomor huhuhuhu!!! ke ge eran tingkat dewa, dan sekali lagi udah disapa, ditinggal!

setahun berlalu, saya udah benar-benar lupa, tau-tau ada adit sahabatnya chat.

dia nanya kenapa saya putus, saya kasih alasan karena saya posesif pernah dibohongin dia, ngakunya ke bali ada urusan kampus taunya liburan.

akhirnya adit cerita
"dulu pas saya pulang terakhir, dia (mantan) galama jadian sama adit, adit sih ngerasa salah karena ngerasa hubungan orang dia rusak.. tapi karena sang mantan sy make sure eperiting gonna be awrite! mereka jadian, atas dasar ga bisa LDR!" (how come)

terus ditengah hubungan dia sama adit, hadirlah raffa! sang pangeran, dan mereka jadian! total 3!

dari situ, saya baru sadar, cinta itu selain butuh pengorbanan, kita juga butuh yang namanya keikhlasan.

2016 dia kembali dikehidupan baru saya! dengan kekasihnya! HORE! SELAMAT KITA BERTEMAN DI PATH.
 tapi saya ga marah, justru itu bagus, kita masih saling bisa menghargai walaupun ego. ego dia males ngehubungi, tapi keppooooo, ego saya, kepo tapi susah hubungi hahaha!!
tapi  lagi niiiih !! kamu kembali dikehidupan saya, saya ga marah, sana ga pernah benci kamu, saya bahkan udah biasa aja perasaannya. saya sudah membiarkan cinta ini berjalan sendiri hingga akhirnya dia menyerah dengan sendirinya.

saya ga marah dengan pengkhianatan kamu, selingkuh kamu, barang2 yang saya belikan kamu kembaliin (aku juga sama sih, balikin barang2 kamu yang kamu kasih), ga marah soal dibohongi, ga marah soal kamu unshare invite unshare invite. ga marah sama kamu tentang kebohongan kamu, dan permainan kamu.
saya udah ga marah...

bagi saya, itu adalah perjalanan hidup yang sangat baik.
semoga kita masih jadi teman baik.
hati saya sudah terbuka untuk menjadi sahabat kamu.

ketika kamu merasa sendiri

aku berkaca pada sebuah cermin.
melihat sosok bayangan yang ada disana, lengkap. tanpa kurang apapun, semestinya aku bersyukur dengan apa yang tuhan berikan.
aku mempunyai talenta yang orang lain bahkan tidak miliki, mempunyai kemampuan menganalisa yang baik, selalu jatuh cinta dengan pengalaman baru.
tapi.... alur ceritaku tidak semulus dengan apa yang aku bayangkan.
berkali-kali terjatuh dalam lubang yang sama, dikhianati orang yang bahkan mereka adalah orang-orang yang selalu saya andalkan,...
semua berawal ketika saya memasuki polres. mengawali diri menjadi salah satu anggota komunitas olahraga itu, berjalan 2 tahun dengan persahabatan yang saya tahu adalah persahabatan yang baik, tidak ada gunjingan di belakang.
saya selalu berusaha membesarkan komunitas ini.

tibalah suatu hari ketika saya mengumpulkan banyak orang untuk masuk komunitas ini, dengan cara berbeda. saya berusaha mewujudkan latihan untuk para calon abdi negara, latihan samapta yang sangat mereka butuhkan untuk tes.
hari demi hari, komunitas ini semakin dikenal banyak orang, terutama anak-anak yang ingin menjadi anggota polisi.
tidak ada yang salah dengan cita-cita mereka, saya berusaha menjadi pelatih yang baik buat mereka.
memang saya bukanlah seorang polisi, bukan lah seorang perwira. dan saya hanyalah seorang masyarakat yang biasa, yang mempunyai cita-cita menjadi seorang perwira! salah? ya! bagi sebagian orang saya mungkin tidak pantas (perlahan saya pun mundur)
komunitas ini menjadi 2 kubu pada akhirnya, kubu kelas casis dan kubu olahraga.
padahal dari awalnya pun saya sudah pernah bilang, komunitas ini 1 induk, 1 nama. dan 1 tujuan,
tapi itulah manusia, ketika mereka sudah tidak menyukai seseorang, dia akan sukar untuk memahami.
waktu berganti, anggota kelas casisku semakin banyak, kami lebih seperti siswa yang sedang pendidikan, terlihat mencolok didalam polres. tapi sebenarnya memang tidak pernah ada maksud untuk seperti itu.
hingga akhirnya, beberapa orang yang saya anggap adik, memutuskan untuk kami keluar dari polres, membentuk sesuatu yang baru diluar, semua karena orang-orang yang kurang suka dengan saya, selalu menjadi provokator disana. saya dihina abis-abisan, disebut gadungan, semua sumpah serapah menjadi tolakan bagi mereka,

saya membawa 80 orang anak keluar dari polres itu sesuai dengan kemauan mereka,
hingga akhirnya 3 bulan kemudian, kesalahan yang saya buat agar mereka lebih dewasapun, ditolak oleh mereka, sistem tentang kedewasaan dalam berfikir kritis dan bertindak.
maksud saya, ketika mereka bersikap seperti anak kecil yang manja, dan tidak bisa mereka selesaikan dengan cara pemikiran dewasa, mereka akan sangat tidak terbiasa ketika mereka pendidikan kelak.
terkadang saya berfikir, membuat komunitas gratis, tanpa dibayar sepeserpun, dan justru sayalah orang yang mengeluarkan biaya, terkadang sangat miris.
susah payah, jerih payah, dan selalu berfikir tentang latihan mereka harus sama persis dengan yang di tes kan, tanpa mereka sadar, bahwa mencari ilmu untuk menjadi sukses itu tidak lah mudah, mereka enak tinggal latihan, tanpa berfikir penghitungan nilai nyata itu seperti apa, saya mencari semuanya.
saya mengurus perijinan mereka semua untuk latihan.

ada beberapa orang yang ketika kami sudah keluar dari polres itu, mereka selalu menjelek-jelekkan orang-orang polres yang membuat mereka sakit hati. selalu merasa bahwa dirinya adalah benar. selalu merasa dirinya adalah setia.

sampai suatu hari, kami semua harus berpisah satu-persatu.
tim saya bubar dengan sendirinya.

kadang saya sedih, kaos yang sudah saya buat banyak, tidak mereka ambil, dengan alasan, sudah keluar, tanpa berfikir tentang materi yang saya keluarkan, tapi ini bukan sekedar materi semata, saya kadang berfikir untuk menyakiti orang lain itu seperti apa rasanya, jadi saya tidak pernah mau mencabik hati orang dengan tajam.

saya ditinggalkan mereka yang meminta untuk kami pergi dari polres.
dan ketika tim kami hancur, mereka sendirilah yang kembali ke polres itu dan menertawakan kehancuran saya,

tapiiii bagi saya, keikhlasanlah yang mengajarkan saya untuk bisa bertahan.
memaafkan merekalah satu-satunya jalan untuk saya bisa sembuh dari sakit hati.
saya membiarkan diri saya kini tenggelam dalam lubang yang sama, lubang dimana saya pernah merasa banyak orang yang meninggalkan satu persatu, dan disalahkan,

saya membiarkan semuanya hilang, saya menghilangkan diri saya dari kehidupan mereka,
tanpa mengganggu sesentipun.
saya sudah melangkah mundur untuk mencari jalan lain menuju roma.
saya tidak ingin orang-orang dimasa lalu saya kembali dikehidupan saya yang sendiri saat ini.
bagi saya, orang-orang yang bisa dipercaya adalah orang-orang yang tidak nampak didepan mata secara langsung.
kini.. blog inilah teman baru saya